Jadilah baik, danayo bertunangan.

1070 Words

Edsel menyentakkan cengkeramannya dan menatap Angel tajam. Tak ada lagi raut lembut atau cinta yang biasa dia tunjukkan. Hanya rasa muak dan jijik yang terlintas secara bersamaan. "Jadi, aku tak ingin mendengar kau mengoceh mengakhiri hubungan kita. Karena aku tak akan melepaskanmu sampai kapanpun!" Angel terhuyung kebelakang saat cengkeraman itu terlepas. Seluruh rahangnya terasa sakit dan ngilu. Tangannya tanpa sadar memegang rahangnya dan memastikan tak ada satu pun luka kuku yang menyakiti kulitnya. Dia mendongak dan menatap Edsel hati-hati. Hari ini, akhirnya dia bisa melihat warna asli kekasihnya. "Oh, kau akhirnya menunjukkan dirimu," seru Angel tanpa takut. Dia menatap Edsel lekat. "Edsel, katakan. Kau tak pernah mencintaiku dan hanya menginginkan hartaku, bukan?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD