"Angel!" teriak Edsel kesal. Sontak saja hal itu membuat Cealin terkejut dan langkah Arsen terhenti. Mereka semua sama-sama menatap Angel dan Edsel yang tengah saling menatap penuh permusuhan. Angel tetap terlihat tenang. Dia melihat sekitarnya lalu ke lantai atas. Tersenyum tipis saat melihat Meida tengah ada di sana. "Tak perlu berteriak, dia sudah datang. Dan jangan membuat keributan. Ini rumahku, dan kalian hanyalah tamu!" Angel baru akan berjalan tapi Edsel menahan tangan Angel. "Tidur dimana kau semalam?" Angel terhenti, menatap tangannya yang berada di genggaman tangan Edsel. Matanya perlahan naik, menatap Edsel dengan acuh tak acuh. "Bukan urusanmu!" "Angel," tekan Edsel dengan genggaman kian kuat. "Apakah itu terlihat menyenangkan untukmu? Kau tak perlu bers

