"Kau terlalu banyak bicara!" bentak Alex geram. Dia berusaha mendekat namun satu tangan Angel terangkat memberi peringatan. "Berhenti! Jangan coba melangkah!" Alex pun tak tinggal diam. Dia berusaha meraih rambut Angel dan menariknya. Namun dengan cepat tangan Angel terulur dan menahan tangan Alex pada rambutnya. "Paman," panggil Angel pelan namun sangat dingin. Dia menatap dalam manik mata pamannya tanpa berkedip. "Bukankah aku sudah terlalu sabar? Hingga kau lupa dimana tempatmu!" Dengan satu hentakan, tangan Alex terhempas. Angel masih menatap Pamannya tajam seakan memberi peringatan. Dia membenarkan rambutnya yang telah di pegang Alex dengan anggun. Dia adalah seorang artis sebelumnya, dia bisa menampilkan banyak emosi dan ekspresi. Dan di depan pamannya ini, dia tak

