Tentang cinta dan luka.

1074 Words

"Tuan," ujar Carlen keberatan. Dia tak mengerti hal-hal yang di minta tuannya. "Cukup kerjakan apa yang kuminta. Aku akan kembali tiga bulan lagi. Kau bisa kembali ke Alaska dan mengatakan semuanya pada para tetua yang tak akan hidup lama." Carlen baru saja saja akan bicara  sebelum suara Axenio kembali terdengar. "Jangan kembali dan membuatku marah. Kau hanya perlu mengkonfirmasi dengan telepon," "Tuan--" ujar Carlen keberatan. Ada nada sedih dalam panggilannya tapi dia tak bisa berbuat apar. Lagi, dia di asingkan karena mengurusi hal yang tak tuannya sukai. Axenio mengerakkan punggung tangannya beberapa kali. Menandakan pengusiran yang jelas. Melihat itu Carlen hanya bisa mendesah pasrah. Dia tak memiliki otoritas yang bisa melawan tuannya. Tuannya itu sangat sulit di ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD