Keterkejutannya kian naik saat tiba-tiba suara renyah di iringi batukan ringan itu terdengar. Jelas, saat ini pintu ruangan itu terbuka dan kehadiran Cristine, Axton dan Carlen membuat suasana kian kaku. Mereka semua bisa melihat dengan jelas semua hal yang telah terjadi di dalam sana. "Ayoyo, Axenio. Kau benar-benar nakal! Bagaimana kau bisa menyiksa cucu menantuku yang tengah sakit?" Cristine menepuk keningnya lembut dengan senyum yang lebar. Sedangkan Carlen langsung menghalangi pandangan Cealin, lalu menutup pintu kamar kembali dengan rapat. "Tuan, kami tak akan mengganggu," ujarnya dari balik pintu kamar yang telah tertutup. Cealin masih berdiri menatap kosong pintu kamar yang tertutup saat Carlen, Cristine dan Axton berjalan ke samping dan duduk di bangku tunggu. Axto

