Saat Kau Mencampakkanku demi Mantan Istrimu, Saat Itu Juga Kuterima Lamaran Saudara Kembarmu BAB 14 [Mas, aku sudah siap. Bagaimana penampilanku? Cantik bukan?] Sebuah foto seorang perempuan dengan kebaya putih gadingnya terkirim ke nomor Mas Eris yang sudah kusadap. Aku tak menyangka jika ternyata mereka benar-benar akan melangsungkan akad nikah itu. Kupikir hanya rencana iseng Mas Eris, nyatanya dia memang sengaja menyakitiku perlahan. Tak mau menceraikan, kugugat ceraipun dia enggan. Menyebalkan bukan? [Mas, sekarang kamu di mana? Jangan sampai telat. Akad nikah kita jam sembilan. Jangan biarkan penghulu menunggu terlalu lama] Pesan kedua kembali muncul. Kuhela napas panjang lalu kembali melihat ke arah kamar mandi. Mas Eris masih di sana sejak beberapa menit lalu. Dia tak gug

