TATAPAN MARAH JENO

1279 Words
“YUNA!!!” “TOLONG BERPOSE SEBENTAR DI SINI!” Kilatan cahaya tanpa henti kini menyerang Yuna yang tengah tampil sangat anggun dengan balutan atasan dengan blazer merah dan juga rok mini ketat. Yuna tiba di paris tepat waktu, setelah menyelesaikan make up kilatnya bersama team dari agensi yang ikut menemaninya ke Paris juga ada beberapa crew yang diutus khusus oleh Channel. Malam ini adalah acara yang sangat penting untuk Yuna. Oleh karena itulah dia bela-belaan datang ke Paris walaupun beberapa jam sebelumnya kedaanya sangat kacau. Sebisa mungkin Yuna memisahkan perasaan pribadi dan karirnya. Yuna berusaha menjaid artis yang profesional. Yuna berjalan anggun di tengah-tengah red karpet yang memanjang dengan dirinya sebagai objek satu-satunya di sana yang menjadi pusat perhatian. Hari ini adalah kali pertamanya datang ke event musiman Channel ini dengan status sebagai Global Ambasadornya. Tentunya hal itu merupakan hal yang membanggakan bagi Yuna dan pencapaian yang bagus. Yuna tetap berjalan sambil menahan sedikit sakit di matanya karena cahaya blitz kamera yang dilayangkan ke arahnya. Yuna terbiasa dengan itu, tapi entah kenapa hari ini dia sedikit pusing melihatnya. Sesekali Yuna meringis karena luka di kakinya belum sembuh sepenuhnya dan dia juga memaksakan diri makai heels yang tingginya hampir 7 cm itu. “Yuna, Could you give us a comment about your dating issue with Kai from BTX?” Salah satu wartawan asing itu menanyainya mengenai topik paling heboh dan menggemparkan itu. Bahkan tagar Yuna dan Kai masuk trending twitter di berbagai negara. Tentunya itu tak lepas dari popularitas Kai dan grupnya yang mendunia. Yuna tak berusaha tak menghiraukan pertanyaan yang sensitif itu. Selain agensinya yang wanti-wanti memberitahunya untuk tutup mulut, Yuna juga tak ingin menjawab hal-hal seperti itu di event Channel. Dia berniat hanya akan menjawab pertanyaan seputar kontraknya dengan Channel tapi Yuna tak mendengar satupun wartawan itu menanyai hal mengenai Channel. Mereka semua hanya bertanya mengenai Kai dan dirinya, membuat Yuna memilih menulikan telinganya dan segera berjalan menuju ruangan utama. Beberapa teriakan Yuna dengar ketika dia berjalan semakin ke dalam dimana acara akan segara dimulai. Yuna sangat bahagia melihat berapa antusias fansnya yang ada di paris untuk menyambutnya di sini. “Suho?!” gumam Yuna pada dirinya sendiri ketika melihat cowok yang akan menjadi lawan mainnya di drama yang barusaja dia tanda tangani kontraknya itu tengah berdiri sambil berpose di depan para wartawan. Demi apapun Yuna baru tau kalau Lee Suho juga mempunyai kontrak dengan Channel. Setelah kedatangannya di tempat foto utama itu, semua perhatian dan kamera seketika tertuju ke arahnya. Yuna datang menghampiri Suho yang berdiri di sana sembari melihatnya. “Aku sangat terkejut melihatmu di sini,” ucap Yuna ketika keduanya selesai bertegur sapa dengan saling menundukkan badan. “Selamat atas pemilihanmu sebagai Global Ambasador,” ujarnya tanpa melihat ke arah Yuna. Suho hanya fokus berpose di hadapan kamera. “Bisakah kalian lebih mendekat!” Permintaan salah satu wartawan itu membuat Yuna dan Suho bertatapan sebentar. Yuna cukup berpikir lama untuk melakukan itu mengingat hal-hal seperti ini sangat sensitif jika netizen Korea sampai tau. Bisa-bisa mereka berdua digosipkan bersama. Suho mengambil inisiatif mendekat ketika Yuna tampak berpikir lama. Dari jarak sedekat ini, Yuna dapat mencium aroma maskulin cowok tinggi di sampingnya ini. Walaupun Yuna jarang lagi bertemu dengan Suho karena kesibukan, tapi keduanya sebenarnya cukup akrab bahkan sebelum kontrak drama itu disetujui. Hal itu karena Suho adalah teman baik Kai. Dulu sekali saat Yuna masih menjadi trainie di grup Once sebelum menempuh solo karirnya, mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama. Di mata Yuna, Suho sudah seperti kakaknya, karena Kai juga menganggap begitu. “Maaf, akan kujelaskan nanti,” bisik Suho singkat sebelum Yuna merasakan tangan kekar melingkar erat di pinggangnya yang terkekspos. Yuna terkejut bukan main ketika merasakan dirinya berada di situasi yang sangat tidak nyaman itu. Sebisa mungkin Yuna memberikan senyumnya yang tulus berharap tidak ada yang berpikir aneh-aneh mengenai hal ini. Keduanya berjalan menuju ruangan utama tempat fashion show akan diadakan malam ini. Ruangan yang sudah seperti aula besar itu sudah dipenuhi beberapa tamu penting. Bahkan banyak model dan artist ternama dunia turut hadir di sana. Yuna merasa sangat bangga bisa bersanding dengan mereka di sini. Selama perjalanannya dari tempat pemotretan tadi hingga duduk di pinggir panggung fashion show, Yuna tak pernah luput dari perhatian. Selain karena karir solonya yang sukses, Yuna juga sangat terkenal karena multi talenta dan dijuluki sebagai It Girlnya Korea karena banyaknya rumor yang menyeret dirinya sebagai objek rebutan para petinggi bahkan idol idol terkenal. “Thank you,” ucap Yuna ketika seseorang memberinya kain untuk menutupi pahanya ketika dia duduk. Padahal, dalam hati Yuna sendari tadi mengeluhkan outfitnya yang kurang nyaman ini. Selain karena terlalu terbuka menurut Yuna, juga karena dia merasa rok ketat ini semakin naik ketika dia berjalan. Alhasil di beberapa kesempatan Yuna terlihat berusaha menurunkannya. “Kamu sudah dengar perintah dari CEO?” tanya Suho ketika keduanya sudah duduk dan para wartawan yang menyorot mereka berdua sudah perlahan menghilang karena acara akan segera dimulai. Yuna mengernyit ketika mendengarnya. “Perintah?” tanyanya kebingungan. “CEO kita sepakat untuk menciptakan rumor tentang kita berdua agar drama yang akan kita bintangi mendapat rating tinggi. Juga, untuk menutup skandal datingmu dengan Kai. Apa kamu baik-baik saja?” Suho terlihat mengehal napas berat ketika mengucapkannya. Demi apapun, tak ada di industri ini yang lebih mengenal dan mengerti Yuna selain Suho. Dia adalah satu satunya cowok yang sering Yuna ajak berbagi keluhan mengenai kebijakan agensi mereka yang terkadang semena mena dan tidak menusiawi. “Aku pasti sudah keluar dari Agensi jika bukan karenamu, Yuna,” ucap Suho sedikit menoleh ke arahnya. Yuna tau bagaimana masalah yang ada di Agensi milik Suho itu. CEO-nya merupakan orang yang sangat tamak menurut Yuna. Dia seakan-akan mengeskploitasi talenta dan kepopuleran Suho untuk keuntungannya pribadi. Jika bukan karena Yuna yang memohon Suho menerima tawaran main drama dengannya itu, maka Suho pasti sudah keluar dari Agensinya itu. Terbukti sekarang. Bahkan CEO-nya sudah membuat kesepakatan tanpa persetujuan mereka berdua. “Jangan khawatir, ini demi kesuksesan drama juga,” sahut Yuna dengan berat hati. Walaupun Yuna tau pertanyaan Suho sebenarnya bukan tentang itu melainkan keadaan hubungannya dengan Kai yang ramai belakangan ini. “Aku tidak bisa keluar, tapi kamu harus pergi dari sana, Yuna. CEO perusahaanmu seperti memiliki dendam pribadi kepadamu. Tolong sekali saja dengarkan aku. Kamu bisa bertemu Kai dimana saja walau tidak di agensi!” bujuk Suho. Dia yang paling tau kenapa Yuna tetap bertahan di agensi itu walaupun banyak sekali keluhan yang dia miliki. Satu-satunya alasannya hanya karena Kai seorang. Yuna merasa dia hanya bisa bertemu bebas dengan Kai di agensi saja. Selebihnya bertemu di luar sangat beresiko untuk mereka berdua. Yuna tak membalas ucapan Suho, dia hanya termenung sambil melihat beberapa model mulai berjalan anggun di depannya. Catwalk sudah dimulai beberapa saat lalu. “Pakia dengan benar!” Suho sedikit membentak Yuna ketika kain yang digunakan untuk menutup pahanya itu tersingkap dan Suho dengan sigap membantu Yuna memperbaikinya. Yuna dan Suho bertatapAn beberapa saat sebelum akhirnya kembali duduk karena merasa beberapa watawan terlihat masih mengintai mereka. Yuna hanya melihat ke depan berusaha fokus walaupun pikirannya melayang ke mana-mana. Setelah beberapa model berjalan di depannya, Yuna merasakan ada orang yang duduk di seberang tempatnya duduk tengah menatapnya intens. Yuna memberanikan dirinya menoleh ke sana. Dan betapa terkejutnya Yuna melihat Lee Jeno ada di sana lengkap dengan jasnya tengah menatapnya tajam seperti siap untuk membunuh Yuna setelah ini. “Apa yang dia lakukan di sini?” gumum Yuna kepada dirinya sendiri yang sukses membuat Suho menoleh ke arahnya. “Kamu bisa mendahului jika merasa tidak nyaman di sini,” Bisikan Suho di telinganya semakin membuat Yuna kesusahan untuk menelan ludahnya melihat Jeno di seberang sana sudah mengetatkan rahangnya. Kenapa Yuna merasa tertangkap basah seakan berselingkuh darinya?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD