64. Happiness

1562 Words

"Hah! Rasanya sudah lama ya kita engga duduk berdua kayak gini? Belakangan saya jadi sibuk karena banyak mahasiswa bimbingan." Ferdinan mengangguk kecil menanggapi ucapan dari atasan sekaligus ayah dari sahabat yang dicintainya itu. "Iya, saya juga beberapa kali harus keluar kota belakangan ini, Pak. Jadi cuma bisa ketemu Bapak saat harus menyerahkan laporan secara langsung," ujarnya. Abrar tersenyum, duduk bersandar di sofa yang ada di ruangannya itu. Sofa yang dipilih langsung oleh istrinya dulu dan sudah mengalami dua kali regenerasi oleh ahli karena Abrar sama sekali tidak ingin mengganti dengan sofa yang lain. Karena baginya, sofa ini memiliki begitu banyak kenangan dengan almarhum ibunda Nares. Dimana dia dan istrinya sering menghabiskan waktu makan siang bersama di sofa ini saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD