Arafi menutup kembali ponselnya, dia bergerak bangun dari kursinya dan berjalan ke luar ruangan. Baru saja ia menerima pesan dari istrinya untuk tidak lupa sholat ashar. "Mar, mau sholat ashar engga?" tanyanya pada Ditmar yang tampak sedang fokus mengerjakan sesuatu di layar komputernya. "Sekarang, Pak?" tanya Ditmar. Lelaki itu menoleh ke arah layar dan bosnya secara bergantian. Berpikir untuk memilih sholat sekarang atau menyelesaikan pekerjaannya terlebih dulu. "Iya. Tapi kalau kamu masih sibuk, ya engga apa-apa biar saya sholat duluan aja," jawab Arafi. Dia agak terkejut saat mendapati Bahar yang muncul tiba-tiba dari balik biliknya. "Sama saya aja, Pak. Saya engga banyak kerjaan sekarang!" sahut pria itu. Arafi mengangguk, dia sudah berbalik dan hendak meninggalkan ruangan saat

