"Mau bareng aku?" Nares bertanya pada Arafi sembari menaruh piring bekas sarapan mereka. Sedangkan Arafi yang masih duduk di meja makan, hanya menggeleng. "Orang kantor kayaknya tahu soal pernikahan kamu, walaupun memang engga tahu siapa suamimu. Jadi kalau kita datang barengan, mereka langsung bisa ambil kesimpulan kalau suamimu itu aku," ujar Arafi. Nares setuju dengan apa yang dikatakan suaminya itu. Setelah menaruh piring ke sink, dia ijin ke kamar untuk mengambil tas kerjanya. Meninggalkan Arafi yang langsung telungkup di atas meja. Ini gila! Semuanya benar-benar gila bagi Arafi. Semalam dia hampir tidak bisa tidur karena harus satu ranjang dengan Nares. Dirinya tidak terbiasa tidur bersama orang lain, apalagi itu adalah seorang wanita walaupun statusnya adalah istri sahnya. Ara

