Arafi melenguh pelan, dia bergerak ke samping dan mulai membuka mata perlahan. Yang pertama ia lihat adalah ruangan yang gelap tanpa lampu namun dia merasa kenal dengan suasana sekitar. Ini adalah apartemennya bersama dengan Nares. Tapi kenapa dia bisa ada di Apartemen jika seingatnya tadi ia sedang berkunjung ke rumah Duta? "Arafi, Rafi.." Arafi terkesiap, dia langsung membalikan tubuh dan semakin terkejut saat melihat Nares yang membungkuk di depannya. "Nares, kenapa kamu ada disini? Bukannya kamu harusnya udah terbang?" tanya Arafi bingung. Ia buru-buru mengubah posisinya menjadi duduk sehingga membuat Nares juga kembali menegakan tubuhnya. Wanita itu tersenyum sangat manis kemudian mengambil duduk di sampingnya. "Aku engga jadi pergi, aku kayaknya engga bisa kalau harus lama jauh

