50. Pemisah bahagia dan duka

1548 Words

Hari minggu sudah pasti menjadi hari yang paling malas Arafi lalui jika ia berada di tengah jalan raya. Alasannya tentu saja karena jalanan tidak memberi ampun padanya untuk lewat begitu saja tanpa melalui macet. Lima belas menit yang lalu dia sudah meninggalkan kediaman Duta agar bisa segera menemani Nares yang sedang sakit di rumah, meskipun begitu saat ini ia masih tertahan di tengah jalan bersama dengan kendaraan lain yang sama-sama tidak mau mengalah sepertinya. Ini gawat. Kemampuan mengemudi nya tidak selancar Nares yang bisa mengambil celah dari pengendara lain. Yang bisa Arafi lakukan hanya berdiam diri sampai jalanan di depannya terbuka untuk ia lewati. Terasa merayap, namun Arafi masih bersyukur karena tidak tertahan lebih lama di jalanan. Hanya berjarak beberapa ratus meter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD