Arafi sudah tahu semenjak kemarin bahwa ada sesuatu yang berbeda dari istrinya itu. Namun hari ini perbedaan itu menjadi semakin berbeda dari apa yang dilihatnya kemarin. Maksudnya, dalam hal yang berlawanan. Jika kemarin Nares bersikap agresif dan lebih impulsif dari biasanya, maka yang ia lihat hari ini adalah istrinya itu tampak lebih banyak melamun dan terlihat gelisah. "Nares, kenapa engga dimakan?" Lihat saja! Kini bahkan pertanyaan yang ia suarakan dengan nada normal pun tidak terdengar oleh istrinya itu. Nares hanya sibuk mengaduk makanan dalam piring tanpa menyantapnya sama sekali dari awal. "Sayang!" Nares berjengkit saat Arafi sengaja meninggikan suaranya. Istrinya itu langsung menatap bingung ke arah Arafi yang kini hanya bisa menghela nafas dengan berat. "Kenapa, Mas?

