"Jadi kamu beneran serius buat menikah muda? Kamu udah pikirin baik-baik?" Arafi tersenyum dengan anggukan yakin. "Udah, Bang. Aku udah pikirin semuanya. Aku..aku engga mau pacaran, jadi aku lebih milih langsung nikah aja," jawabnya berbohong. Tentu saja dia tidak mungkin mengatakan alasan sebenarnya kenapa ia memilih menikah muda kan? Duta dan Andin di depannya saling berpandangan. Tampan kekhawatiran di mata sepasang suami-istri itu karena bagaimanapun Arafi masih sangat muda. Adiknya mereka itu baru akan menginjak dua puluh empat tahun dan baru beberapa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya, tapi Arafi justru memutuskan langsung mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Duta menghela nafas pelan, "Kalau kamu sendiri udah yakin, Abang sama Teteh bisa apa lagi selain

