"Felicia." Cindy mengertakkan giginya dan dengan berusaha berkata: "Suatu hari aku akan balas semua perlakuan jahatmu terhadapku."
Tidak perlu berhayal apakah anak itu masih hidup ataupun tidak. Bahkan jika anak itu masih hidup dan dia berlutut dan memohon kepada Felicia sampai mati, Felicia tetap saja tidak akan memberitahunya."
......
Water Moon Bar.
Cindy satu cangkir demi satu minum alkoholnya. Dia tidak tau dia sudah minum berapa banyak, kepalanya terasa begitu berat, dia mabuk begitu parah.
Cindy merasa hatinya seperti ditusuk ketika dia kepikiran kebahagiaanya yang dirampas oleh Felicia dan Linda, dan juga Jason yang meninggalkannya.
"Cindy, janganlah minum lagi." Angela meraih alkohol yang ada di tangan Cindy. Angela juga ikut merasa sedih melihat Cindy yang begitu patah hati, dengan marah berkata: "Mereka bahkan dapat melakukan penggantian pengantin, benar-benar tidak seperti manusia lagi, untungnya kamu sempat kabur dari pernikahan dengan Keluarga Lingga, kalau tidak seumur hidup pasti akan menderita."
Angela mengalih topiknya. "Jika Tuan Muda Lingga ini tidak sekarat, nama baik Nyonya Lingga bukankah melebihi Keluarga Wendi? Adanya Keluarga Wendi, Nyonya Wendi tidak ada arti apa-apanya."
Tuan Muda Keluarga Lingga hampir tidak pernah muncul di publik, Hanya sedikit orang yang pernah melihat orang aslinya, Banyak sekali rumor yang mengelilingi Tuan Muda Keluarga Lingga ini.
"Angela, hatiku sangat sakit. Dimata ayahku, aku tidak ada arti apa-apanya. Dia tidak pernah menyalahkan perbuatan Felicia dan Linda kedua ibu-anak ini, tetapi dia selalu saja ingin mencelakaiku."
Bagaimana mungkin Cindy tidak patah hati jika dia ditinggalkan oleh keluarga terdekatnya?
Yang lebih membuat dirinya patah hati adalah dia sampai saat ini masih belum bisa menghubungi Jason.
"Jason juga tidak menginginkanku lagi. Angela, aku tidak punya apa-apa lagi." Cindy menangis sedih.
"Kamu masih ada aku kok. Cindy, jangan nangis lagi." Angela ikut sedih dan juga marah: "Dia hanya seorang Jason saja, Aku akan carikan yang lebih baik untukmu. Aku dengar di bar ini banyak orang yang menyediakan pelayanan, perlu kupanggil beberapa gak?"
Bisa melayani orang?
Cindy tiba-tiba kepikiran wajah pria kermarin malam, kepikiran apa yang mereka lakukan kemarin malam. Wajah Cindy menjadi panas.
Bagaimana dia bisa memikirkan pria itu?
"Aku akan mencarikan untukmu sekarang ini juga. Lelaki, apa yang hebat dari mereka." Angela bergumam dan kemudian lekas pergi.
Cindy yang mabuk berbaring di atas meja cekikikan. Dia meraih alkoholnya tetapi dia tiba-tiba menangkap sekilas sosok yang akrab.
Dia tiba-tiba terbangun seketika dan berjalan dengan terhuyung-huyung kearahnya. "Jason... Jason..."
Dia harus mendaptkan sebuah penjelasan.
Bukankah Keluarga Wendi mengatakan Jason sedang pergi berbulan madu?
Kenapa dia bisa ada disini?
Setelah sampai di pintu bar Cindy baru bisa menghentikan Jason: "Jason, semua ini adalah skema yang dilakukan Felicia dan Linda. Dia memberikan aku obat dan menggantikan pengantinnya. Ayo kita pergi cari ayah ibumu dan ganti orang."
Jason menatap Cindy dengan pandangan kosong: "Sudah terlambat."
Cindy terdiam: "Apa maksudmu? Jason, ada apa dengamu?"
Cindy memiliki firasat buruk. Felicia dapat memberikannya obat tidur dan melakukan penggantian pengantin. Dia pasti ada skema lain lagi.
Jika tidak, Jason tidak mungkin tidak akan mencarinya.
Setelah Jason melirik sekeliling mereka untuk mengecek situasi, dia menarik Cindy ke tempat yang tidak ada orang.
"Cindy." Jason memeluk Cindy dan dengan lembut berkata: "Aku dengar kamu dinikahi ke Keluarga Lingga. Aku sangat khawatir. Kamu tidak apa-apa kan?"
Cindy teringat one night stand semalam dan hatinya merasa bersalah. "Jason, aku..."
Cindy tau dia tidak dapat menyembunyikan kenyataan lagi. Cepat lambat Jason juga akan tau rahasianya itu. Saat dia berpikir bagaimana cara menjelaskannya kepada Jason, Jason tiba-tiba berkata: "Cindy, aku telah mempersulitkanmu. Tunggu sampai aku dapatkan warisan Keluarga Wendi dan bertanggung jawab sepenuhnya atas Keluarga Wendi baru aku akan nikahi kamu."
"Jason, apa maksudmu?" Cindy sedikit terdiam.
"Cindy, kemarin malam sudah terlalu terlambat ketika aku sadar pengantinnya bukan kamu." Jason dengan bersalah berkata: "Linda berjanji padaku bahwa dia akan membantuku merebut warisan Keluarga Wendi. Kamu tenang saja, asalkan aku sudah bertanggung jawab penuh atas Keluarga Wendi, aku akan bercerai dengan Linda dan menikahimu sebagai istriku."
Pada saat itu, Cindy merasa bahwa pria yang ada di depannya itu seperti orang asing.
Dia bukanlah orang bodoh.
Jason hanyalah putra tidak sah dari Keluarga Wendi. Dia tidak memiliki kualifikasi untuk bersaing mendapatkan warisan Keluarga Wendi.
Ternyata Linda benar-benar berjanji untuk membantu Jason merebut warisannya.
Cindy merasa hatinya seperti dililit ketika melihat Jason yang begitu yakin Linda dapat membantunya.
"Apakah ini sebabnya kamu meninggalkanku? Demi posisi ahli waris?"
"Cindy, aku tidak meninggalkanmu. Aku hanya berpikir untuk masa depan kita. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu. Kamu harus tau aku selalu mencintaimu, tetapi siapa suruh kamu tidak bisa membantuku seperti Linda." Jason menggenggam bahu Cindy dan berkata: "Tunggu aku dalam satu tahun, tidak, setengah tahun saja. Aku pasti akan menikahi kamu."
Cindy sangat sakit hati. Ini adalah pria yang dicintainya selama setahun, dan untuk status kekuasaan dia rela meninggalkannya.
Cindy melepaskan tangan Jason dan dengan ekspresi dan nada suara yang dingin berkata: "Tidak perlu lagi. Jason, aku benar-benar sudah buta selama ini. Aku telah mencintai orang yang salah."
Meskipun Cindy telah mempersiapkan mental untuk mendengarkan alasan Jason meninggalkannya, tetapi setelah mendengarkan alasan dia meninggalkannya adalah karena dia tidak bisa membantunya, dia tetap saja sangat patah hati.
"Cindy......" Jason ingin membujuk Cindy, tetapi setelah melihat Linda yang sudah datang, dia cepat-cepat menjauhi jarak mereka dan dengan perilaku yang berubah berkata: "Aku dan Linda sudah menjadi suami istri. Cindy, kamu benar-benar tidak tau malu dan menggoda suami saudara perempuanmu."
Cindy seketika terdiam, kemudian setelah dia melihat Linda dia juga sudah paham.
Linda tersenyum, tersenyum dingin dan mengolok-olok diri sendiri.
Cindy benar-benar sudah buta.
"Jason, ternyata kamu ada di sini ya." Linda dengan penuh bangganya berjalan ke arah mereka dan dengan natural dan intim merangkul tangan Jason: "Oh kakak! Kamu juga ada disini ya. Kenapa minum begitu banyak alkohol?"
Cindy tidak melihat Linda sama sekali. Dia hanya menatap Jason dengan penuh kekecewaan.
Jason tidak berani melihat dengan langsung mata Cindy, jadi dia hanya bisa memalingkan wajahnya.
Cindy menatap Jason dengan sedih dan dengan tertawa yang mengejek berkata, "Adik ipar, aku berharap impianmu terkabulkan ya."
Pandangan mata Cindy membuat wajah Jason seperti tertampar, rasanya begitu panas.
"Cukup sudah, Cindy, sampai kapan kamu akan membuat keributan seperti ini." Jason yang kehilangan kesabaran berkata, "Untungnya aku tidak menikahimu, kalau iya aku akan menyesal sampai mati. Bagaimana aku Jason Wendi bisa memiliki seorang istri seperti kamu yang penuh dengan bau alkohol. Tolonglah kamu ingat, aku sekarang adalah suami Linda, janglah kamu memurahkan dirimu denganku lagi."
Setelah mengucapkan perkataan ini, Jason memalingkan badannya dan berjalan pergi.
Cindy menatap punggung Jason yang sedang pergi. Mata Cindy terasa sangat perih dan tanpa bisa tertahan meneteskan setetes air mata.
Cindy hanya akan menumpahkan setetes air mata ini sebagai pengenangan kesalahan yang dia lakukan setahun ini.
Mulai sekarang dia tidak akan pernah meneteskan setetes air mata untuk Jason lagi.
Linda menatap wajah pucat Cindy dan tersenyum: "Layakkah kamu merebut suamiku? Kamu tidak layak menjadi Nyonya Keluarga Wendi. Kamu hanya layak bersama dengan si tuan sekarat yang lumpuh dan cacat itu. Benar-benar sangat disayangkan Keluarga Lingga bisa begitu mudahnya melepaskanmu."
"Linda." Cindy mengertakkan giginya dan berteriak: "Dari mana kamu dapatkan kesombonganmu itu di depanku? Aku baru putri Keluarga Gunawan yang sebenarnya. Kamu hanya seorang anak hasil perselingkuhan. Ibumu adalah selingkuhan, kamu juga selingkuhan, oh iya, Jason juga anak hasil perselingkuhan. Anak perselingkihan dengan anak perselingkuhan, benar-benar sebuah pasangan yang sangat cocok."
Sebetapa marahnya pun Cindy, dulu dia tidak akan mengatakan perkataan yang begitu tidak enak didengarkan.
Linda sangat marah sampai wajahnya memucat: "Cindy, coba kamu bilang lagi! Ibumu lah sang pihak ketiga. Ayah duluan mencintai ibuku. Ibumu yang mencuri cintanya. Kamu dan ibumu adalah w***********g! Kamu lebih tidak tau malu. Kamu mencoba mencuri suamiku!"
Linda yang begitu marah ini memukul Cindy.
Cindy juga tidak mau kalah. Dia sudah tidak tahan akan amarahnya lagi. Sudah puluhan tahun dia menderita di Keluarga Gunawan, dan sekarang dia menjadi objek skema Felicia dan Linda lagi.
Cindy mengangkat lengan bajunya dan secara tidak enggan memukul kembali.
Tetapi Cindy tidak tau, tidak jauh dari jarak mereka, ada seorang pria yang sedang menonton adegan ini dari dalam mobil.
Melihat Cindy yang sedang bertengkar dengan Linda, mulut Andreas tersenyum sedikit.
Istrinya ini tentu saja tidak begitu gampang diprovokasi.
......
Cindy memukulnya tanpa ada keraguan sedikit pun. Bertengkar adalah keahliannya. Linda yang begitu lemah gemulai ini tidak layak menjadi lawannya.
Setelah Cindy lelah, dia bangkit dari atas lantai untuk merilekskan tangan dan kakinya. Cindy menatap Linda yang sedang berada di atas lantai dan tertawa mengejek: "Aku lihat kamu juga tidak akan lama menjadi Nyonya Wendi. Jason tidak mengganggapmu sebagai siapa-siapa. Linda, manfaat yang kamu dapatkan melalui perhitungan, apakah kamu bisa mempertahankannya?"
Hidung dan wajah Linda berdarah dan bengkak, rambutnya berserakan seperti orang gila, bajunya juga robek.
Di sisi lain, rambut Cindy bahkan tidak berantakan sama sekali.
Linda dengan marah menjerit: "Cindy, kamu si gila ini, lihat saja nanti! Kita belum selesai!"
"Kalau begitu akan kutunggu." Cindy merapikan pakaiannya dan menegakkan punggungnya.
Dendam puluhan tahun lebih Cindy dan Linda ini tidak terlepas dari perebutan pacarnya.
Pertengkaran ini membuat hatinya menjadi lebih enak dan puas.
Orang yang paling menderita dalam skema Felicia dan Linda bukanlah Cindy.
Sebenarnya one night stand kemarin malam tidak membuatnya begitu marah, tetapi yang membuatnya lebih marah adalah perkataan Jason tadi.
Orang yang dengan sepenuh hatinya dia suka dan ingin nikahi itu dalam sekejap menjadi adik iparnya. Orang itu juga akhirnya menunjukkan watak asli dia yang rela meninggalkannya demi warisan.
Perasaan yang sangat beharga dimatanya ini, di mata Jason hanya sebuah hal yang dapat dibuang.
Efek alkohol membuat Cindy berjalan dengan terhuyung-huyung. Taxi terlalu mahal buat dia, dia biasanya naik kereta api umum atau grab.
Kepala Cindy pusing, jadi dia duduk di atas lantai dan memanggil grab dari ponselnya.
Tak lama ada sebuah mobil yang berhenti di sampingnya.
Cindy sudah mabuk sepenuhnya, sampai-sampai dia berpikir mobil yang berhenti disampingnya itu adalah mobil yang dia panggil. Cindy membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. "Pak, Daerah Kebon Jeruk. Terima Kasih."
Setelah mengucapkannya, Cindy berbaring di tempat duduknya dan tertidur.
Setelah Andreas melihat Cindy yang tertidur di belakang mobil, mata Andreas muncul sebuah sentuhan memanjakan yang langka.