Sebenarnya dari perkataan Erik tadi Cindy sudah tau jawabannya apa, tetapi dia tetap saja ingin bertanya.
Dia tidak ingin percaya bahwa ayah kandungnya bisa melakukan hal sekeji ini kepadanya.
Pertanyaan Cindy membuat Erik terdiam sejenak, pandangan matanya menghindar, tidak mampu melihat mata Cindy secara langsung.
Putri sulungnya selama bertahun-tahun ini membuatnya semakin takut.
Terutama mata itu. Melihat mata Cindy membuatnya teringat akan ibunya. Hal ini membuatnya tidak nyaman dan ingin menghindar.
"Nada suaramu itu! Aku ini adalah ayah kandungmu bukan seorang tawanan. Tidak perlu dengan nada sekeras itu berbicara denganku."
Cindy tertawa mengejek: "Ayah, kamu bahkan menyadari kamu adalah ayah kandungku, tetapi kenapa kamu bisa melakukan hal sejahat itu kepada anakmu sendiri? Felicia yang berkomplot ini memberiku obat dan menikahkanku dengan Keluarga Lingga."
Tanpa persetujuan Erik, Felicia tidak bisa melakukan hal itu.
Bagaimanapun juga hal ini sudah terjadi, Felicia juga tidak banyak berpura-pura lagi: "Keluarga Lingga hanya mengatakan ingin menikahi putri Keluarga Gunawan, tidak menyebutkan siapa. Lagipula, Group Lingga memiliki kekuatan yang sangat besar di Kota Jakarta ini. Kamu seharusnya berterima kasih kepada kita kamu bisa dinikahkan ke keluarga yang begitu bagus."
"Jika Keluarga Lingga begitu bagus, kenapa kamu tidak membiarkan Linda dinikahi ke Keluarga Lingga?" Ekspresi dan nada suara Cindy menjadi dingin. Sebelum datang kemari, dia sudah mengunjungi Keluarga Wendi.
Keluarga Wendi mengatakan kepadanya bahwa Jason dan Linda telah pergi keluar untuk bulan madu mereka.
Pada saat itu, Cindy merasa dunia telah runtuh.
Jason telah meninggalkannya.
Jason menemukan bahwa pengantin wanita itu bukanlah dia tapi kenapa dia tidak datang mencarinya?
"Cukup, Cukup sudah!" Erik membentak: "Kesehatan tubuh Linda tidak begitu baik. Dia tidak sanggup dinikahkan ke Keluarga Lingga. Apa yang salah jika kamu menggantikannya? Kamu adalah kakaknya."
Mendengar perkataan ini, Cindy dengan sedih menatap Erik. Selama ini, dia bukanlah tidak tau ayahnya lebih sayang kepada Linda. Tapi, dia juga tidak sangka ayahnya bisa begitu sayang kepada Linda sampai-sampai bisa melakukan hal seperti ini terhadap dirinya sendiri.
"Ayah, ibuku telah meninggal bertahun-tahun lalu. Kelihatannya kamu sudah lupa aku adalah putrimu. Kamu bahkan tidak tau aku selama ini bagaimana hidup di Keluarga Gunawan. Kamu juga tidak tau bagaimana aku menyelesaikan studiku. Kamu juga tidak tau Felicia bagaimana memperlakukan aku selama ini."
Erik dengan marah marah berkata: "Dia adalah ibumu. Kamu tidak seharusnya memanggil dia Felicia."
"Ibuku telah tiada."
Mata Cindy menjadi suram. Sejak Felicia dan Linda menjadi salah satu bagian dari Keluarga Gunawan, dia tidak pernah makan di meja makan lagi. Tiap hari dia hanya bisa makan sisa makanan dengan secukupnya saja.
Setelah masuk SMA, semua uang sekolah dibayar olehnya sendiri melalui pekerjaan paruh waktunya.
Dia adalah Nona paling tua Keluarga Gunawan, tapi hidupnya bahkan tidak melebihi seekor anjing.
Linda bisa menikmati hidupnya sebagai putri Keluarga Gunawan dengan pakaian bermereknya, akses ke club kelas atas. Sedangkan dia hanya bisa memakai pakaian yang murah, dan menjejal dirinya ke dalam bus bawah tanah untuk pergi bekerja.
Di seluruh Kota Jakarta tidak ada yang tau Keluarga Gunawan memiliki seorang putri bernama Cindy. Orang hanya tau Keluarga Gunawan hanya memiliki seorang putri bernama Linda.
Dia pikir setelah dia menikahi orang yang dicintainya dia akan terlepas dari Keluarga Gunawan, tapi siapa sangka dia menjadi objek skema licik Felicia dan Linda.
Felicia tersenyum, seolah-olah mencoba menengahi perselisihan, tapi yang dia lakukan adalah memperburuk situasi seperti yang diinginkannya: "Erik, jangan berkata seperti itu dengan Cindy. Bagaimanapun juga, aku bukan ibu kandungnya. Dia sudah dari dulu memanggil namaku. Aku sedikit dirugikan tidaklah masalah. Yang paling penting jangan sampai kalian hubungan ayah-anak menjadi tidak rukun."
"Kamu liat... Bibi Felicia sampai sekarang ini juga membelamu." Erik makin kecewa terhadap Cindy: "Keluarga Lingga sudah membatalkan pernikahannya jadi kamu tidak perlu nikah lagi. Masalah ini udah selesai. Kamu cepatlah pergi ganti baju, jangan mempermalukan dirimu sendiri. Sekarang aku pergi dulu, perusahaan banyak pekerjaan."
Erik langsung pergi setelah mengatakan perkataan ini. Dia bahkan tidak melihat Cindy lagi.
Wajah Cindy menjadi lebih dingin. Sudah sepuluh tahun lebih, Erik memang dari awal tidak peduli terhadap dirinya sama sekali. Dia juga tidak perlu banyak omong lagi dengannya.
Setelah Erik pergi, Felicia kembali menunjukkan wajah masamnya: "Kamu anak nakal ini! Kamu bahkan berani kabur dari pernikahan. Lihatlah bekas-bekas di tubuhmu. Semalam pasti begitu nikmat bukan? Siapa lelakinya? Bibi akan bantu kamu untuk bersamanya. Bagaimana... sudah puas?"
Mata Cindy menjadi tajam seperti pisau: "Felicia, kamu sangat keji sekali. Kamu tidak takut karma ya?"
Felicia tersenyum bangga: "Putri aku sudah menjadi Nyonya Wendi, dan kamu? Kamu hanya seorang wanita yang pernah dipermainkan oleh lelaki. Cindy, kamu selama ini berbaur sama orang-orang yang tak jelas sampai-sampai melahirkan seorang anak. Jason pastinya tidak tau masalah ini. Kamu pikir setelah kamu melakukan perbaikan selaput darah, masih bisa menutupi dari Keluarga Wendi?"
Rahasia terdalam hatinya yang diungkiti membuat Cindy menjadi lebih marah.
"Hari itu adalah perbuatan kamu sama Linda."
Tidaklah salah, lima tahun lalu Cindy memang melahirkan seorang anak. Tetapi, anak itu meninggal detik setelah anak itu dilahirkan. Dia juga tidak tau siapa pria hari itu.
Cindy tidak berani membicarakan masalah ini kepada Jason. Masalah itu adalah mimpi buruknya. Dia ingin keluar dari mimpi buruk itu.
Felicia tersenyum dengan dingin dan berkata: "Kalau iya emang gimana? Bahkan jika kamu bilang aku yang lakukan, ayahmu juga tidak akan percaya. Cindy, semua isi dari Keluarga Wendi adalah milik putriku. Ayahmu sudah tidak peduli lagi sama kamu."
"Oh iya. Aku kasih tau kamu satu hal. Anak yang kamu lahirkan hari itu tidaklah mati. Dia adalah seorang anak lelaki yang sangat ganteng."
"Apa? Dimana anakku?" Cindy merasa hatinya sedih kepikiran anak yang dia hamili 10 bulan itu.
"Kau ingin tahu?" Felicia tersenyum dingin: "Berlututlah dan mohon kepadaku baru aku akan memberitahumu."