Bab 14. Melihat dari Jauh

1555 Words

SEAN- Lamunanku buyar, saat bus yang kutunggu selama beberapa menit—akhirnya muncul. Aku segera naik, lalu mengedarkan mata—mencari tempat duduk. Kuhela nafas panjang, ketika kenangan masa lalu itu kembali menguasai benakku. Reuni itu memicu semua memori kembali. Pertemuan dengan Elang, dan juga Istrinya—mengganggu pikiranku. Aku paling suka duduk di dekat jendela saat menaiki bus—seperti saat ini. Pertama, karena tidak perlu berdesakan dengan mereka yang terpaksa berdiri, dan berpegangan di sandaran kursi yang kita tempati. Serta kadang harus membuat kita rela mencium bau tidak sedap dari bagian tubuh mereka yang berkeringat. Trus, yang kedua, kalau duduk di dekat jendela, kita bisa melihat jalanan, kadang bisa melihat cowok cakep yang sedang mengendarai motor, atau mobil--saat lampu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD