Author POV “Ya Tuhan … kenapa kelas sudah penuh gini, sih?? Perasaan kita nggak terlambat balik deh,” cerocos Ruri, saat tiba di ambang pintu yang menjadi kelas—bersama dua sahabatnya, terlihat sudah penuh. Sean, dan Dian yang masih berdiri di belakang punggung Ruri yang cukup lebar—melongokkan kepala ke dalam. “Ih … iya udah penuh nih,” sahut Dian membenarkan, setelah sepasang netra gadis itu menyusur seluruh bagian dalam kelas. “Ya udah … ayo masuk. Cari saja kursi yang tersisa,” saran Sean, yang sudah memiringkan tubuh, lalu melipir masuk ke dalam kelas. Pintu ganda kelas hanya dibuka satu, hingga tidak bisa membuatnya masuk dengan leluasa, sementara masih ada tubuh Ruri yang menghalangi. Ruri berdecak, namun tetap mengikuti langkah kaki Sean masuk ke dalam kelas. Di susul Dian di

