Jam dinding masih menunjukkan pukul 03.45. Subuh belum tiba, langit masih berpendar dengan warna biru tuanya. Aku terpaku menatap jalanan lengang pagi ini. Hanya nampak beberapa paman sayur yang melintas menuju pasar. Ruko tempat aku tinggal dan bekerja ini memang dekat sekali dengan pasar Batuah Martapura. Hanya beberapa meter saja mungkin jaraknya. Imajiku melayang pada kejadian malam tadi, kejadian memalukan yang membuat beberapa siswa tahu ada hantu yang mirip aku. Suasana kelas mendadak menjadi heboh. Sungguh aku benar-benar malu. Mestinya hantu itu tak perlu muncul hanya membuat aku makin benci saja padanya. Tiba-tiba aku ingat Yuli, dan Lisa. Kemana mereka saat ini. Mereka adalah teman yang tahu tentang kisahku. Teman yang sering memperolok aku kalau aku punya ilmu pengasihan n

