SESAMPAINYA DI BANJARMASIN

602 Words

Sesampainya di bandara kami berjalan beriringan, aku mensejajarkan langkahku dengan mas Hendrik, bagaimanapun langkah panjangnya membuat aku merasa kesulitan. Menyadari hal itu mas Hendrik pun memperlambat langkahnya. Yang tadinya cepat menjadi berubah biasa-biasa saja. Sambil tersenyum ke arah ku ia mencoba mencandaiku. “Perlu aku gendong ?” Katanya. Aku hanya tersenyum tipis. Aku belum bisa berkonsentrasi ada pikiranku tentang Rahmad, apa yang akan ku katakan di depannya nanti ? Bagaimana bila ia marah padaku ? Bagaimana bila ia tidak mau menceraikan aku ? Aku belum bisa beranjak dari pikiranku tentang itu. Rasanya akan sangat sulit bagiku melewati hari ini. Kami berdua melewati banyak sekali wajah, hingga kami memutuskan untuk meilih taksi yang memang telah antri di bandara sejak pag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD