Begitu cerita nenek Inur padaku, Malam itu nenek Aminah melaksanakan ritual yang diwajibkan oleh Maha Guru, semua ketakutan tidak tahu harus berbuat apa. Mereka hanya mengikuti saja anjuran yang sudah di tetapkan oleh sang Maha Guru tersebut. Nenek Aminah berendam di air dingin, air yang memang dialirkan dari gunung, banyak bunga kenanga juga mawar yang terendam . Nenek Aminah seperti sudah pasrah dengan takdirnya, ia sama sekali tidak melawan pada ritual yang dilakukan oleh Maha Guruv tersebut. Dua puluh tahun lagi sejak hari itu nenek Aminah telah memasrahkan jiwanya pada perjanjian mala mini. Dicabut atau pun tidak nyawanya ia telah pasrah pada takdirnya. Ia memilih hal itu karena ia takut kehilangan kakek Mochtar. Ia tidak mau dipermalukan karena memiliki wajah yang buruk rupa. Sej

