Chapter 8a

375 Words

“Halo, selamat siang.” Suara itu lagi. Ailee diam beberapa detik saat mendengar lagi-lagi suara itu yang menerima panggilannya. “Siang. Bisa bicara dengan Mike?” “Maaf, Mr. Mike sedang berada di ruang rapat. Sibuk.” Ailee menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya untuk menahan sesuatu yang menekan dadanya yang terasa seperti ingin meledak saat itu juga. “Kalau begitu tolong katakan pada Mike jika istrinya yang tercinta tadi menelepon,” balas Ailee ketus. “Oke,” jawab suara itu lalu telepon langsung diputus begitu saja. Ailee nyaris saja mengeluarkan sumpah serapah karena kesal. Beberapa hari berikutnya Ailee bahkan masih terus menunggu Mike meneleponnya kembali, tapi tak satu pun panggilan itu datang. Juga tak ada satu pun pesan singkat yang muncul sebagai pemberi kabar. Hingga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD