“Fred, apa kau pernah memberikan sekretarismu sebuah cincin berlian sebagai hadiah natal?” tanya Ailee di suatu sore minggu awal musim semi. Alfred yang tengah memperhatikan Arthur dan Aaron yang sedang bermain di rerumputan halaman samping bersama Claire dan Collin seketika menolehkan kepala bingung. “Hah? Cincin berlian sebagai hadiah natal?” Ailee mengangguk mengiyakan pertanyaannya yang diulang kembali oleh Alfred tanpa menoleh. Matanya masih terfokus pada satu titik yang entah apa itu di hadapannya sementara pikirannya masih sibuk menayangkan kejadian bulan lalu yang hingga saat ini selalu mengganggu ketenangannya. “Wah, pasti sekretaris itu sangat berarti untukku jika sampai menghadiahinya sebuah cincin berlian. Seperti hendak meminang saja,” ujar Alfred sambil tertawa penuh humor

