Chapter 21

3371 Words

Arkan duduk di tempat tidur sambil memijat kepalanya lalu melirik Nesya yang masih tertidur dibalik selimut tebal. "Pake tenaga apa sih kemaren istri gue jambaknya? Masih sakit sampe sekarang." Gumam Arkan. Ia menatap jam dinding berwarna pink yang sudah menunjukkan pukul 07:00. Arkan mengusap pipi Nesya lalu mencium kening gadis tersebut. Nesya mengendus bau parfum yang sangat ia sukai, Nesya membuka mata dan terkejut saat bertatapan langsung dengan mata indah milik Arkan. "Pagi, aku mau pergi dulu ya." Pamit Arkan duduk di tepi ranjang dengan tangan yang mengurung Nesya. "Kemana?" "Ke sekolah, pengumuman nya hari ini." Nesya hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. "Aku pulang, kamu udah mandi ya. Mungkin aku pulangnya agak telat, karna ntar mau ngumpul sama temen-temen aku." Ucap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD