Chapter 22

1886 Words

Nesya membuka pintu apartemen dan terdiam di ambang pintu. Mata Nesya memperhatikan setiap sudut ruang yang ada di apartemen tersebut. Semuanya tidak seperti kemarin-kemarin, semuanya sudah berbeda! Nesya kembali melangkah dan duduk di karpet sambil memegang stick PS milik Arkan. "Makan dulu dong." "Tanggung sayang, bentar lagi aku menang nih." "Ntar kamu sakit, makan dulu ini." "Suapin." Pinta Arkan sambil membuka mulutnya. Nesya tersenyum mengingat dimana ia sering menemani Arkan bermain PS, bahkan ia sering menyuapi Arkan makan. Itu adalah hal yang paling Nesya sukai, dimana Arkan sangat manja. Kaki Nesya kembali berjalan dan berhenti di dapur. "Kamu mau makan apa?" "Jangan sok-sokan nanya, kalo ujung-ujungnya aku bakal makan telor goreng atau omelet." "Hehe, kan sehat. Ya uda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD