EPILOG

1418 Words
Ruangan kamar itu penuh dengan hiasan bunga dan gemerlap lampu. Didepan kaca terpampang wajah cantik dengan riasan flawless, rambutnya disanggul modern rapi dengan hiasan bunga diatas kepala. Krystal Anindita. Krystal sedang menunggu acara pernikahannya dimulai. Tak dipungkiri mukanya tampak gugup, gelisah, bahkan kringat tak berhenti bercucuran di dahinya. Tangannya tak berhenti gemetar. Tok Tok. Wanita muda yang tak kalah cantik Krystal masuk ke dalam kamar. Ia tersenyum ke arah adik semata wayangnya. Krysan Aurelita. “Kamu cantik sekali, dek.” Krysan duduk disebelah Krystal, memegangi kedua tangan adiknya yang dari tadi bergetar. “Kak, ini tidak benar kak. Aku-aku takut.” Krysan menarik tubuh Krystal dan sekarang mereka saling memandang. Tangan Krysan mengapit wajah Ktystal. “Kakak janji ini yang terakhir. Kau sayang padaku kan? Setelah ini hidupmu akan berubah. Kamu tak akan berkorban apapun lagi demi kakak.” “T-tapi kak..” “Krystal. Setelah ini tak ada yang berani menyentuhmu. Dia pasti melindungimu. Kamu akan bahagia. Dan kakak juga.” Lirih Krysan. Krystal menarik nafas dalam-dalam. “Tapi jangan pergi kak. Aku hanya punya kakak.” Krysan mulai kehilangan kesabaran. Suaranya bergetar. “Dengarkan kakak. Aku hanya bahagia bersama Aiden. Kami harus pergi atau Kenzy akan menyakiti kami.” Krystal mulai terisak. “Tapi aku tak mau sendiri kak. Hanya kakak keluargaku.” Krysan memeluk adik satu-satunya. Sebenarnya ia tak tega melakukan ini kepada adiknya. Tapi dia tak bisa kalau dipisahkan dari kekasihnya, Aiden. Terpaksa ia meminta adiknya untuk menggantikan posisinya sebagai mempelai wanita. Pernikahan yang tak diinginkan oleh Krysan apalagi Krystal. Pernikahan ini dilakukan karena Kenzy membiayai seluruh kehidupan Krysan semenjak mereka kehilangan orang tua. Kenzy menyelamatkan perusahaan orang tua mereka ketika hampir bangkrut dan berlanjut hingga sekarang. Kebersamaan mereka yang sering bekerja membuat pria 29 tahun itu mulai menaruh hati pada Krysan. Kepribadian Krysan yang ceria dan menyenangkan membuat siapa saja ingin selalu dekat. Berbanding terbalik dengan Krysan, kepribadian Krystal cenderung pendiam, lembut, dan manis tak terlalu membuat dirinya menonjol. Ia jarang muncul seperti Krysan membuat keberadaannya tak diperhatikan. “Sayang, kita harus cepat pergi.” Seorang pria masuk ke ruangan pengantin itu yang tak lain Aiden. Krysan mengangguk cepat memberikan kode pada Aiden. “Krystal dengar. Aku titipkan perusahaan ayah dan ibu padamu. Aku akan sehat selalu. Sekarang saatnya aku pergi dan berbahagialah dengan kehidupan barumu. Jadilah diri sendiri, oke?” Krystal terisak memegangi tangan sang kaka yang hendak pergi. “Kak, please don’t.” Krysan menggenggam tangan adik yang paling disayanginya. “Kau ingat, badan kita adalah satu. Darahmu ada didalamku. Kau selalu bersamaku. Kakak pergi.” Krysan menarik tangannya dari genggaman sang adik dan berlari keluar bersama Aiden. Dilihat sekitar melihat semuanya aman, mereka keluar gedung pernikahan. *** Harusnya hari ini pernikahan Krysan dan Kenzy. Namun cinta itu hanya ada di satu pihak, yaitu Kenzy. Sedangkan Krysan hanya menuruti apa yang diinginkan pria itu karena perusahaan ayah dan ibunya yang hampir bangkrut diakuisisi oleh Kenzy dan membiarkan ayahnya tetap menjadi pimpinan. Saat itu perusahaan benar-benar diambang kepailitan dan Kenzy mengulurkan tangan untuk mengakuisisinya. Awalnya ayahnya tak mau perusahaannya diambil alih, namun setelah membuat kesepakatan bahwa ayahnya tetap memegang kendali terjadilah pengalihan kepemilikan. Tentu saja pertolongan itu tak diberikan percuma, Kenzy menginginkan putrinya menjadi istri kelak. Melvin, ayah dari Krysan dan Krystal dengan segala pertimbangan akhirnya menyerahkan Krysan pada Kenzy. Mengapa Krysan? Pertama, dia putri sulungnya dan usianya hanya terpaut lima tahun dengan Kenzy. Kedua, Krysan yang selama ini selalu mendampingi ayahnya diperusahaan dan di gadang akan menjadi penerus ayahnya sebelum bencana menimpa perusahaan. Ketiga, masa depan Krysan akan lebih baik bersama dengan Kenzy. Pria dari kalangan atas dan memiliki segalanya. Putrinya tak akan kesusahan bersama dengan pria itu. Lalu mengapa Melvin tak membiarkan Kenzy memilih sedangkan putrinya ada dua? Krysan adalah putri kesayangan Melvin dan ia akan memberikan yang terbaik untuk putrinya. Sedangkan Krystal hanya puteri yang ada di dunia karna tujuan tertentu. Awalnya Melvin dan Monica hanya menginginkan satu anak sebab tak tega jika istrinya mengalami kesusahan seperti masa kehamilan anak pertamanya. Mereka berdua sepakat. Namun saat Krysan berusia 4 tahun, sebuah penyakit menyerangnya dan membutuhkan donor sumsum tulang belakang yang hanya bisa diberikan keluarganya. Melvin dan Monica tak sesuai dengan kriteria dan akhirnya sepakat untuk hamil lagi. Lahirlah Krystal, harapan satu-satunya untuk menjadi pendonor Krysan. Tak seperti kakaknya yang sangat dimanja orang tuanya, Krystal justru kebalikan. Kasih sayang dari orang tuanya harnya tertuju pada kakanya, Krystal selalu diurus pengasuh. Sejak kecil Krystal sudah di doktrin bahwa dia harus selalu mendahulukan kepentingan kakanya dan dia harus mengalah. Hingga ia menjadi sesorang yang tertutup, suka menyendiri. Berbeda dengan kakaknya yang ceria dan periang. Meskipun begitu, Krysan sangat menyayangi adiknya, her life saver. Dia memanjakan adiknya dengan segala yang ia punya, tentu saja tanpa sepengetahuan orang tuanya. “Kamu harusnya bersyukur bisa tumbuh kecukupan dan diberi kesehatan. Lihat kakakmu, dia bergantung hidup padamu. Lihat orang luar sana harus mengemis untuk makan. Dan kau masih menginginkan lebih? Jangan serakah.” Melvin selalu berucap seperti itu saat Krystal bertanya mengapa ia diperlakukan berbeda. Hingga ia lelah dan memilih untuk menuruti semua ucapan ayahnya. Baginya kasih sayang dari kakaknya sudah cukup. Ia harus bersyukur bisa sekolah dengan baik, makan dengan baik, sudah cukup. Tak perlu yang lain. Sampai usianya menginjak dua puluh tahun, tak pernah ia merasakan perayaan ulang tahun seperti kakaknya. Sedih? Pastinya. Tapi lagi, ia sudah terbiasa hidup seperti itu sejak kecil. Menangis sudah tak mempan lagi. Ia tumbuh dengan hati yang lebih kuat. Tak jarang orang tuanya sengaja tak mengajaknya ke acara perusahaan dan hanya mengajak Krysan. Mengapa? Malu? Bukan. Sifatnya yang pendiam bahkan bisa disebut introvert bukan alasannya. Bukan juga ia tak cantik. Justru parasnya lebih cantik dari kakaknya. Kalau Krysan pintar berdandan, Krystal justru cantik tanpa polesan apapun. Keanggunannya banyak memikat hati banyak pria yang melihatnya. Ayahnya tak mau Krystal memiliki cinta pada pria dan meninggalkan Krysan. Egois memang. Itulah yang dirasakan Krystal seumur hidupnya. Selalu menjadi bayangan kakaknya. Hingga sebuah kecelakaan merenggut kedua orang tuanya minggalkan Krysan dan Krystal. Kesedihan menyelimuti dua bersaudara itu. Beberapa kali Krysan drop dan harus dilarikan ke rumah sakit. Selama ini, Krysan selalu berada disamping ayahnya dan menjadi putri yang dapat dibanggakan. Sekarang tak ada lagi sosok ayah dan ibu yang menjadi penyemangat hidupnya. “Nona, ayo makan nona. Jangan seperti ini.” Ucap bi mira, pelayan yang selama ini mengasuh putri Melvin terutama Krystal. Krystal masih terisak. “Aku.. Aku mau iku ayah, bi. Aku tak bisa.” “Nona, saya mohon. Kuatlah. Lihatlah nona Krystal, ia butuh nona.” Bi mira mengusap tangan Krystal yang masih terpasang infus. “Kalau aku mati, Krystal tak perlu merasakan sakit bi. Dia berhak bahagia. Aku tak akan menjadi beban hidupnya lagi. Dia tak perlu bersusah payah menjadi pendonorku lagi.” Bi mira ikut menangis mendengar ucapan nona mudanya. Bi mira tau susah dan sedih yang dialami Krystal dari kecil yang tak mendapat perhatian layak dari orang tuanya, begitu juga sedihnya Krysan yang tak bisa menolong adiknya saat dipukuli ayahnya hanya karna meminjam boneka kesayangannya. Krysan sedih karna egois tak meminjamkan boneka itu dan berakhir adiknya luka-luka. Bi mira saksi semua kesakitan kedua anak perempuan cantik  yang kini sudah beranjak dewasa. “Apa yang kakak ucapkan. Aku bahagia jika kakak sehat. Dan akan selalu seperti itu seumur hidupku.” Krystal muncul dari balik pintu kamar rawat kakaknya dan mendengar ucapan seperti itu. Sedih rasanya. Orang tuanya pergi untuk selamanya dan sekarang kakaknya berniat menyusul orang tuanya. Krystal memeluk kakanya yang saat ini masih terbaring lemah. Tangisan tak bisa di bendung antara kakak beradik itu. “Sekarang aku hanya punya kakak. Dan aku sudah berjanji pada ayah aku harus menjaga kakak dari dulu, sekarang, dan nanti.” Krysan melepas pelukannya. “Kau tau, aku tak suka kau menanggung beban yang harusnya aku sebagai kakak melakukannya untukmu.” “Ayo kita saling menjaga kak. Hanya kita sekarang. Please, kaka sehat.” Krystal mengelus tangan kakaknya. “Ayo kakak makan. Aku suapi ya.” Krysan membuka mulut dengan enggan. “Bagaimana urusan perusahaan?” “Aku akan mengurusnya sementara sampai kakak sehat. Tak ada pilihan lain.” “Maafkan kakak, padahal kau juga berduka. Tapi kau harus tetap menanggung bebanku. Maafkan kakak.” Krysan kembali menangis. Ia tak sekuat adiknya. Bahkan sekarang tanggung jawabnya harus ditanggung adiknya. “Kakak sudahlah. Aku senang membantu kaka. Ayo sehat dan menata hidup kita lagi.” Kedua kakak adik itu saling melemparkan senyuman. “Kakak akan menjagamu mulai sekarang. Jadilah adik yang penurut dan jangan nakal.” Krystal terkekeh mendengar ucapan kakaknya. “Aku akan selalu menjadi adik yang penurut.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD