3. Club

2587 Words
Dannnnn Plak Aw "Main gampar orang aja lo." ucap Alvaro memegang bekas gamparan Qila "Salah sendiri lo mesum." "Mesum sama lo nggak papa kali." "Nggak mau gue, nih ya gue pergi ke club aja gue nggak pernah di gituin orang. Giliran sama lo.... Idihhh gila." "Yang penting masih punya batas dong Qil." ucap Alvaro menatap ke Qila lalu menatap ponselnya. "Batas-batas pala lo peyang." ucap Qila sambil melepaskan seatbelt nya, tanpa di ketahui Alvaro. Plak Aww "Sakit Qil, hobby banget lo mukulin gue." ucap Alvaro mengelus-ngelus bahu bekas pukulan Qila. Tanpa ia sadari Qila sudah turun dari mobil. Brakkk (suara pintu mobil ditutup) "Eehh Qil, mau kemana lo." uca Alvaro sambil turun dari mobil. "Tunggu Qil, lo harus pulang sama gue." ucap Alvaro teriak "Bodo amat gue mau pergi." ucap Qila teriak ke Alvaro dan ia pun beruntung karna ada taksi yang lewat. "Pak-pak taksi." ucap Qila. "Gue nggak suka lo mesum tapi gue lebih suka lo yang tegas dan dingin." batin Qila saat sudah masuk didalam mobil. "Arggh... Kenapa sih Qil lo susah amat didapetin." teriak Alvaro frustasi sambil melemparkan botol yang ada di pinggir jalan. Aww (pekik orang tersebut) "Haduhhh.... Anjir kenapa kena orang sih. Dia nyamperin kesini lagi." gumam Alvaro "Heh lu, jangan asal nglempar botol dong, nih kena kepala gue. Sakit tau nggak. Untungnya nggak pecah nih kepala satu-satunya." ucap seseorang kesal, Alvaro tak menjawab kata-kata orang tersebut dan masih setia menghadap kebelakang. "Woy, yang lagi bicara tuh dibelakang lo ngapain ngadep depan. Nggak sopan banget." ucap seseorang kesal sambil menepuk pundak Alvaro "Hehe sory gue nggak sengaja." ucap Alvaro lalu menghadap seseorang tersebut. "Alvaro." "Kevin." Ucap mereka bersamaan. "Gila lo, lo bener Alvaro kan? Keren sekarang." ucap Kevin sambil memukul pelan pundak Alvaro "Hahaha, udah dari lair kalo itu mah." "Widihh...pede banget lo. Hahaha. Eh, yuk ngobrol dulu, udah lama juga nggak ketemu." "Ya udah yuk, ngobrol didalem aja." ucap Alvaro mengajak Kevin pergi Britania, yang ditempati tadi bersama Qila. Britania "Gimana udah punya cewek belum?." Kevin memulai pembicaraan. "Nggak punya lah." "Idihhh... Ganteng-ganteng kok jomblo sih." "Nggak gitu nyet, gue tuh masih pdkt an sama cewek tapi ceweknya tuh cuek banget, susah ditebak juga. Lo harus tau gue pdkt itu udah hampir 6 bulan masih aja tuh cewek kagak ngrespon gue, padahal gue ganteng kayak gini masak ditolak sih." ucap Alvaro "Hahaha, pede nya tuh harus dikurangin." "Emang kek gini dari lahir kalo sama orang deket mah." "Yaya paham gue. Emang cewek yang lo deketin tuh namanya siapa? Gue kok jadi penasaran sih." "Awas aja lo embat." "Gila lo, gue udah punya pacar kali." "Nggak percaya gue kalo lo punya pacar." "Idihh nggak percayaan amat jadi orang, nanti dia nyusul kesini, tadi habis nyalon di depan tuh. Daripada gue bosen ya jalan-jalan aja, eh malah ketimpuk botol." "Hahaha, sory deh bro. Namanya tuh Aqila." "Kayak kenal sama tuh nama deh. Kepanjangannya siapa?." tanya Kevin penasaran. "Aqila Claris-." ucap Alvaro terpotong saat kedatangan seorang gadis cantik memeluk leher Kevin. "Hai sayang, aku udah selesai nih." ucap cewek tersebut. "Lama bener sih, sini duduk. Nih kenalin temen gue, dia yang nyelamatin gue dari royokan masa." ucap Kevin panjang kali lebar. "Chika." ucap cewek tersebut sambil menjabat tangan Alvaro "Alvaro." Alvaro membalas jabatan tangan Chika. Chika tersenyum manis, dan mengedipkan sebelah matanya. "Lama amat sih Ka, ini pacar lo disini." ucap Kevin kesal saat Chika menjabat tangan Alvaro lama. "Ya ampun cemburuan amat sih jadi orang." ucap Chika memutar bola matanya malas. "Ni cowok ganteng banget, Kevin aja kalah." batin Chika
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD