Ruangan putih yang mendominasi, serta bau alkohhol yang begitu menyengat. Membuat Alice mengerti bahwa dirinya saat ini sedang berada di rumah sakit. Pikirannya berputar mengingat kejadian sebelumn ya. Dirinya yang sedang berada di salah satu pussat pembelanjaan dengan calon ibu mertuanya, harus mengalami hal mengerikan. Dia merasa tak memiliki musuh, tapi entah kenapa kejadian di mal terseb ut seakan ada yang ingin mencelakainya. Alice menatap ke samping kanan. Terlihat Saam yang menyandarkan kepala di pinggiran ranjang tempatnya berbaring. Sedetik kemudian Sam bergerak dan mengangkat kepalanya lalu mengucek mata dan melihat ke arahnya. “Alice, kau sudah sadar, Sayang?” Alice mengangguk lemah. “Haahh, syukurlah. Sudah seharian kau tak sadarkan diri dan itu membuatku khawatir. Aku akan

