AA || 14

1464 Words

Alice menuju lift dan menekan tombol bawah. Dia menunggu beberapa menit untuk tiba di lobo di mana Billy menunggunya.  “Apa aku sudah keterlaluan dengan Sam? Tapii dia masih belum berubah, dia masih pemaksa.” Alice memegang bibirnya mengingat ciuman dengan Sam semalam. Hatinya tak bisa berbohong bahwa getaran itu masih ada. Dia masih merasakan cinta yang begitu kuat bertahan hingga saat ini. Walau teringat luka yang pernah tergores menjadikan hatinya berdarah na mun membeku seketika.  Maaf, Sam, aku hanya ingin kau menjadi yang terakhir. Aku ingin kau berubah. Itu saja, batin Alice. Ting! Bunyi lift telah tiba di lantai yang dia inginkan, menyadarkan Alice dari lamunannya. Dia menoleh ke kiri dan kanan mencari Billy yang menunggunya untuk pergi ke rumah sakit. Alice mengambil ponselny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD