41. masih Markus

1670 Words

Sejak mendapat kabar dari Doni tentang Markus, Mer jadi tidak fokus. Sop ayam yang tengah di masaknya, airnya hampir menyusut. Untunglah ia segera sadar, maka cepat ia menambah air kaldunya. Sebentar lagi waktunya Jayusman pulang. Semua masakan untuk makan malam sudah siap. Sambil membunuh waktu ia mencoba menelpon Hana. "Na," "Tumben sore-sore nelpon? Kenapa? Berantem lagi sama Jayus?"  tebak Hana. Mer menggeleng,"Bukan. Gue dapet kabar dari Doni, dia liat Markus. Lo bisa bayangin kan gimana gue kagetnya? Waktu itu aja gue udah ketar-ketir waktu mastiin Markus mati," Hana di seberang sana terdiam cukup lama. Mer paham. Perasaan perempuan itu sama dengan dirinya. Serba takut, syok, cemas dan pastinya trauma. Tangan Mer saja sudah berkeringat, bahkan sampai tremor. "Gue takut, beneran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD