| Doni menatapnya penuh tanya,"Yakin nggak gue temenin?" "Yakin. Kan elo mau ke rumah sakit tempat si Markus dirawat. Lo bisa gue percaya kan?" balas Mer. Doni mengangguk,"Oke. Jaga diri lo, siapa tahu lo butuh bahu buat bersandar." "Kecil-kecil udah bisa ngegombal lo," kikik Mer. Lelaki muda itu pamitan membawa angkotnya pergi. Doni itu sudah Mer anggap seperti Dika. Selisih umur mereka pun tak jauh. Doni mengemban tugas dari Mer untuk mengambil motor Alford di rusunnya. Selembar surat sudah ia titipkan untuk orang rumah, agar tak terjadi salah paham. Selain itu Mer embankan pula untuk mencari tahu tentang Markus. Dia butuh kepastian kematian Markus. Tak mungkin kabar kematian tanpa jasad. Lantas Mer berjalan berbelok menuju arah rumah Jayusman. Motornya ada. Sepi. Apa Jayusman

