| Tak perlu waktu lama untuk menyeret Markus,--mucikari kelas kakap tersebut--, ke dalam bui. Meskipun Markus di dakwa bukan atas kasus pelecehan dan prostitusi, melainkan berdasarkan kasus penemuan narkoba sejenis shabu yang dimilikinya dan jenis obat penenang lainnya. Namun, hal itu tak dapat dipungkiri membuat Mer maupun Hana bernapas lega. Mereka tahu ini hanya sementara, karena bukan tak mungkin Markus masih dapat mengendalikan anak buahnya dari balik jeruji besi. Bagi Mer tentu ini menjadi salah satu momen membahagiakan. Dia tak perlu khawatir Markus akan menyakiti Hana untuk beberapa waktu ke depan. Mer berencana mengirim keluarganya pulang kampung dan mengikut-sertakan Hana. Mer benar-benar khawatir pada sahabatnya yang telah menjadi yatim-piatu sejak kecil itu. Mer menata

