32. Pisah

2511 Words

Author POV  “Aku tidak ingin hidup bersama pria sakit sepertimu!” desis Bianca tajam. Kali ini Willy yang terkejut dengan ucapan Bianca. Willy terdiam tak menyangka Bianca berani mengucapkan dirinya sakit. Willy mengepalkan kedua tangannya dan mengeratkan rahangnya. Bianca melangkah melewati Willy dan mengambil tasnya. Dia akan memilih pergi dari rumah ini. Tetapi belum sampai memegang handle pintu, Willy sudah menahan tangannya. “KAMU TIDAK AKAN PERGI KEMANAPUN!” bentak Willy. Bianca memejamkan matanya dan menghembuskan nafas dengan kasar. “Apa yang kamu mau dariku?” desis Bianca. Willy terdiam marah menatap wajah Bianca yang seakan menantangnya. “Kau tidak mencintaiku ‘kan. Untuk apa kita pertahankan pernikahan kita” ucap Bianca sinis. Lagi-lagi Willy terdiam. “Aku rasa jawabanm

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD