27. Hanya Sandiwara

2464 Words

Author POV “Bisakah kita melakukanya sekarang” ucap WIlly dan membuat Bianca menegang kembali. “Aku menginginkanmu sekarang” bisik Willy lagi dengan suara seraknya. Bianca mulai bergerak tak nyaman saat Willy sengaja menciumi lehernya. Ada perasaan ingin berontak di dalam hatinya, tetapi dia tidak tahu kenapa mendapatkan sentuhan dari Willy membuat darahnya mengalir begitu cepat. Seakan dia menyukai semua ini dan meminta lebih. Bianca mencoba memejamkan matanya kepalanya mulai pusing. DIa tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Apa karena dia belum makan? Entahlah. Seluruh tubuhnya mulai terasa panas, sesuatu dibawahnya terasa berkedut saat jari tangan Willy bergerak menyentuh kening dan turun ke pipinya. Willy memperhatikan Bianca, lalu dia tersenyum kemenangan. Dengan sengaja dia melepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD