Reveal

1903 Words

Di luar mansion mewah Alvarendra, kesunyian malam yang meresap ke setiap sudut, membawa keheningan yang sarat ketegangan. Namun, di halaman yang diterangi cahaya temaram, perkelahian masih berlangsung sengit. Sebastian bergerak dengan efisiensi tanpa cela, setiap pukulan dan langkahnya terkalkulasi. Lawan-lawannya tumbang satu per satu hingga hanya tersisa yang terakhir. Dengan gerakan tenang, Sebastian menghabisinya tanpa tergesa, seolah menyelesaikan sesuatu yang sudah dipastikan akan terjadi. “Sebastian, lihat ini.” Suara Diandra tiba-tiba terdengar, tajam dan penuh kemenangan. “Aku berhasil membawa rubah tua ini kepadamu. Tidak ada pujian untukku, hmm?” Sebastian menoleh sekilas, ekspresinya tetap dingin dan terkendali. Di depan pintu utama mansion, Diandra berdiri tegak, pistolnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD