Twist

1871 Words

"Mama juga mau ke toilet." Nada bicara Oma Diana terdengar ringan, tetapi matanya berbicara lain. "Fenny, kok wajahmu seperti itu? Jangan bilang kau… “ Ia sengaja menggantung kalimatnya, membiarkan Fenny tenggelam dalam rasa tidak nyaman yang mendadak muncul. "Melihat Mama... seperti melihat seseorang yang kau hindari?" Suaranya terdengar ringan, seakan hanya bercanda. Tapi dalam tatapan matanya, ada sesuatu yang membuat udara di sekeliling terasa lebih berat. Senyum kecil tersungging di bibirnya, seolah ingin memastikan bahwa Fenny tahu, bahwa ia tahu segalanya. "Bukan begitu, Ma… Aku hanya terkejut," suara Fenny terdengar terkendali, tetapi terlalu terkendali, seperti seseorang yang berusaha keras untuk tetap tenang. "Baiklah, Mama lanjut saja, aku pamit dulu." Namun, saat ia melan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD