Pergi darimu adalah satu-satunya cara yang kumiliki untuk menyelamatkan hati ini dari babak belur yang kian parah *** Rabu, 02 November 2005. Saat itu jam delapan malam. Papa dan Mama Cakra sedang bersantai di ruang tengah, menonton televisi. Hanya berdua saja karena Kakek Sani langsung masuk kamar untuk beristirahat setelah makan malam. Tak lama kemudian Cakra ikut bergabung. Papa sempat menoleh dengan kening mengerut. Tidak biasanya Cakra ikut bergabung menonton televisi. Biasanya setelah makan malam, Cakra akan masuk kamar untuk mengerjakan tugas atau membaca komik. “Ada apa?” tanya Papa saat Cakra menjatuhkan diri di sofa satu dudukan. Cakra menatap papanya, lalu menarik napas. Mungkin ini memang kesempatan untuk mengutarakan keinginannya. “Pa, aku mau pindah sekolah.” Mama ya

