SEPULUH

784 Words

Ada saatnya aku ingin waktu berhenti agar dapat membekukan senyummu dan menyimpannya hanya untukku *** Minggu, 11 September 2005. Kirana mengetuk pintu rumah Kakek Sani lalu mengucapkan salam dengan lantang. Tak lama kemudian pintu jati dengan ukiran itu mengayun terbuka, memperlihatkan sosok Kakek Sani yang tersenyum ramah. "Ah, Kirana. Ayo masuk!" Kakek Sani menepi, memberi ruang bagi Kirana lewat. Kirana mengangguk, lalu melangkah memasuki rumah Kakek Sani. Kirana sudah tidak asing lagi dengan rumah ini. Bisa dikatakan rumah Kakek Sani adalah rumah kedua Kirana, mengingat gadis itu sering dititipkan kepada Kakek Sani dan mendiang istrinya jika Mama pergi ketika kecil dulu. Lagipula Kakek Sani juga sudah menganggap Kirana sebagai cucunya sendiri. "Oh iya, Mama titip ini buat Kakek,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD