Dua Puluh Delapan

945 Words

Weekend telah usai, weekday pun menanti. Pagi ini Bintang dan Senja akan kembali ke Bandung, karena sore nanti keduanya harus kuliah. Setelah pulang ambil motor dari Bogor, dia langsung menjemput Senja dari rumahnya. Hubungan Senja dan Bintang kembali membaik, meski hanya status pertemanan, sampai detik ini Senja masih menutup hatinya untuk Bintang, baginya laki-laki itu hanya masa lalu yang tak bisa diulang kembali. Masa lalu hanya untuk dikenang bukan untuk diulang. "Udah siap, Senja?" "Iya." Baru saja Bintang ingin menstarter motor, tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata telepon dari sang ibu. "Halo, Mi." Terdengar isak tangis di seberang sana, dan suara Liana hampir tak keluar, dengan lirih dia berkata, "Papi udah pulang." Napas Bintang tercekat, detak jantungnya berpacu hebat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD