Dua Puluh Sembilan

1081 Words

"Kamu bukan satu-satunya, hanya salah satunya." -Bintang Alkana- ••• Bagi Bintang, kehilangan Yuda seperti mimpi buruk tapi dia harus bangkit karena terus menangisi kepergian sang ayah tidak ada gunanya. Dia sudah kembali ke Bandung bersama Senja. Bian yang sudah tahu berita kematian Yuda dari Bintang pun merasa iba, sedikit banyak dia tahu bagaimana sosok pria itu. "Ntang ... " Bian langsung menepuk pelan pundak Bintang setelah dia memergoki sahabatnya yang sedang melamun. "Ada apa, Yan?" Bian duduk di sebelah Bintang. "Cepat atau lambat kita semua akan kembali ke Yang Maha Kuasa, ini hanya masalah waktu. Lo harus ikhlas, gue yakin om Yuda nggak suka kalau liat lo mellow gini." Bintang tersenyum tipis. "Gue udah lumayan ikhlas kok, Yan. Ini hanya masalah waktu untuk mengembalikan 

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD