Tiga Puluh Satu

1053 Words

"Marahnya orang baik, akan terlihat mengerikan." -Arbian Mahendra- ••• Kehidupan Ayu dan Kia sekarang sudah bergelimangan harta, rumah yang di Bogor sudah dijual, mereka membeli rumah lagi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kawasan tempatnya orang kaya menetap. Rumah gedong berlantai tiga pun sudah mereka dapatkan berkat kekayaan Yuda yang mereka ambil. Tabungan di rekening pun masih banyak, Ayu berniat untuk membuka usaha rumah makan di beberapa cabang. "Ki, kamu tahun depan daftar kuliah, ya," ujar Ayu kepada anak perempuan satu-satunya itu. Kia menggeleng. "Nanti aku bantuin Bunda urus usaha kita aja, udah malas belajar." Di dunia ini banyak yang pengin kuliah tapi keterbatasan ekonomi, sedangkan Kia dikasih kesempatan malah menolak. Ayu hanya bisa mengikuti keputusan Kia,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD