Tiga Puluh Dua

907 Words

Setelah mengantar mobil ke bengkel, Bian langsung mengirim pesan ke Senja untuk menanyakan rumah sakit tempat Bintang dilarikan, setelah mendapat jawaban dari Senja dia langsung memesan taksi online untuk mengantarnya ke tempat tersebut. Bian menyesal, untuk pertama kalinya dia tidak bisa mengontrol emosinya seperti itu, seakan ada setan yang mempengaruhi dirinya. Dia sadar seharusnya dia tidak bisa seperti itu, apalagi akibat tindakannya Bintang jadi celaka. Saat taksi online sudah sampai, tak lupa dia membayar dan langsung ke ruangan tempat Bintang dirawat. Bian membuka pintu dengan pelan, di dalam sudah ada Senja yang duduk di kursi samping ranjang Bintang yang belum sadarkan diri, terlihat selang transfusi darah masih mengalir di dalam tubuhnya "Senja, Bintang belum sadar?" Bian ki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD