"Masa lalu itu untuk dikenang, bukan untuk diulang." -Senjara Revania- ••• Waktu terus berlalu Bintang pun sudah siuman. Orang pertama yang dia lihat saat bangun adalah Senja, dia bisa pastikan kalau gadis ini akan menerima cintanya kembali. "Lo yang jagain gue?" tanya Bintang. Baru saja Senja ingin menjawab, tiba-tiba Bian masuk ke dalam ruangan. "Sorry, agak lama, ini gue udah beliin buah buat Bintang." Bian meletakkan plastik buah di atas meja. "Ngapain lo di sini?" tanya Bintang dengan kesal. "Sorry, Ntang. Gue minta maaf, gue khilaf." "Khilaf kok sampai bikin orang celaka." Senja langsung mengambil buah, dia ingin mengiris untuk Bintang, namun langsung dihalangi oleh Bian. "Udah, Senja, biar gue yang iris. Lo duduk aja." Setelah itu Senja langsung memberikan pisau dan buah

