Rama berlari dengan sangat terburu buru. Dengan nafas yang ngos ngosan. Rama mengusap lagi keningnya untuk yang kesekian kalinya, ini sudah sangat terlambat dari yang ia bayangkan. Peluhnya sudah tak bisa di hentikan. Tapi usahanya sia sia. ^^^ Dengan kebaya berwarna cokelat dan satu buket bunga yang sudah ia gandeng di tangan, Ayana mencoba tersenyum ke arah kamera. Toga yang ia kenakan juga ia perlihatkan. Namun mata Ayana terus saja mencari cari ke penjuru auditorium. Mencoba memaksakan senyum yang sejak tadi sudah akan luntur. “Ya! Udah! Ganti gaya ...!” aba aba dari fotografer itu di abaikan Ayana, ia malah tersenyum sumbang pada laki laki itu. “Udah, Ayana udah engga mau foto lagi.” Ucap Ayana sambil tersenyum tipis dan berlalu, Su

