"Alex," gumamku seraya memegangi d**a yang berdetak cepat karena terkejut. "Enggak boleh begitu. Enggak sopan. Kan, bisa bicara baik-baik," tegurku lembut. "Aku benci Tante! Aku benci Tante!" Alex mendorong-dorong tubuhku dengan kasar. "Alex, hey! Tenang." Aku menangkap tangannya, tapi dia langsung menepis dengan kasar dan memukul kencang lenganku hingga terasa panas. Sabar, Lusi, sabar. "Tante jahat! Tante sudah ambil papaku dan sekarang malah usir Mama juga! Aku benci Tante!" teriaknya dengan napas memburu dan wajah memerah. "Kamu salah paham, Alex. Tante enggak pernah merebut papamu. Tante menikah dengannya jauh setelah orangtuamu bercerai. Tante—" "Pokoknya Tante jahat!" potongnya cepat. "Aku mau Papa dan mamaku bersama lagi! Tante enggak punya hati! Tante orang jahat!" "Alex ..

