Diusir

1295 Words

Aku terkesiap kaget mendengar suara bariton itu hingga spontan menatap ke arah pintu. "Ada apa?" ulangnya. "Mas ...." Aku menelan ludah melihat Mas William terburu-buru mendekati kami. Bagaimana kalau dia salah paham? Kulirik Indira. Dia menyunggingkan senyum sinis, lalu berbalik menghadap Mas William masih dengan memegangi pipinya. "Mas ...." Indira mendekat dan berkata dengan suara lirihnya. "Masa aku ditampar Lusi, Mas. Sakit," adunya dengan nada manja. "Padahal, aku 'kan hanya tanya kenapa dia larang aku ke sini untuk temui Alex." "Bohong, Mas!" tukasku cepat. "Tadi dia duluan yang sudah kurang ajar padaku." Mas William melirik sekilas padaku seraya menghela napas berat, lalu kembali menatap Indira yang berdiri di hadapannya. "Bukan Lusi yang melarang. Tapi memang aku sendiri y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD