Dia tersenyum. Aku memandangnya kesal dengan bibir bergetar seraya sesekali menyeka kasar air mata menggunakan punggung tangan. "Mas juga tadi bersikap seolah aku ini makhluk tak kasat mata." Intonasi omelanku memelan lagi. "Bukan hanya aku. Tapi juga Alva, dan itu sangat sakit, Mas." Aku menekan-nekan d**a kirinya dengan telunjuk. "Mas asyik-asyikan bercanda dengan Alex dan Indira. Mas juga asyik buka kado bahkan berselfie ria seolah kalian itu keluarga bahagia dan pasangan romantis. Lalu, aku dan Alva Mas Will anggap apa? Kami seperti orang asing yang enggak dianggap keberadaannya. Aku istri sah, tapi terasa seperti bukan siapa-siapa. Bahkan, Mas enggak sadar 'kan, waktu kami sengaja memisahkan diri? Apa Mas pikir hatiku enggak akan sakit melihat kedekatan kalian itu, hm? Sakit, Mas. S

