55

1519 Words

"Salam hormat kepada Yang Mulia Raja Aloysius. Semoga berkat Dewa selalu menyertai Yang Mulia." Balendin mengangguk pelan menyambut kedatangan tiga Ksatria yang baru saja sampai setelah menempuh perjalanan panjang dari kota tua. Tiga orang yang sudah dirinya tunggu kedatangannya karena pastilah membawa kabar tentang anak yang sudah terpisah dan tidak bertemu dengannya beberapa tahun lamanya. "Apakah perjalanan kalian lancar? Atau kalian menemui kesulitan saat kembali kemari?" tanya Balendin. Dia menjamu ketiganya dengan tiga cangkir teh hitam yang ditambah dengan jahe, cukup untuk menghilangkan sebagian lelah yang terasa oleh mereka setelah menempuh perjalanan jauh. "Perjalanan kami lancar,  Yang Mulia. Tapi..." Kei menoleh dengan gugup. Sadar, ternyata bukan cuma dirinya yang gugup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD