"Pertemuannya sudah siap, Yang Mulia." Falerious, menoleh sekilas pada Fardell sebelum kemudian mengambil jubah miliknya. "Kau sudah memastikan jika pertemuan ini tidak akan bocor?" Fardell mengangguk. "Saya sendiri yang mengundang para bangsawan. Dan saya sudah berpesan agar mereka hanya memakai pakaian formal biasa saja agar tidak ada yang curiga," jawabnya kemudian. Falerious mengangguk. Bergegas dia mengambil pedang miliknya dan menyelipkan di balik jubah. "Mari berangkat!" Bukan sebuah hal normal untuk mengadakan rapat di sore hari seperti ini. Namun Falerious terpaksa melakukannya demi mewujudkan apa yang menjadi keinginan ibundanya. Tentang pernikahan yang dimajukan. Apalagi seperti yang dia bilang, tidak semua bangsawan dan pejabat istana berasa di pihaknya. sebagian dari

