Agni - 36

1480 Words

“Mbak Agni?” “Aku benar-benar minta maaf, Mbak. Aku tahu—- enggak, Mbak. Mungkin sebanyak apapun yang aku katakan, enggak aka merubah apapun. Aku juga sadar diri, kesalahan aku memang benar tidak pentas dimaafkan.” Gadis itu menarik nafasnya ketika rasa sesak datang. “Aku cuman mau bilang setelah dari menjenguk Mbak disini, aku bakal langsung ke kantor polisi.” “Tapi, Mbak. Sebelum aku pergi, aku minta dua hal sama Mbak. Karena aku enggak tahu lagi kapan kita akan bertemu lagi.” Raihani menghembuskan nafasnya, matanya memejam kala melihat Agni sama sekali tidak merespon perkataannya. Memang apa yang ia harapkan? Agni memeluk dan maafkannya? Bahkan Raihani sendiri ragu bahwa kesalahannya dapat dimaafkan. Dengan dirinya yang masih di ruang perawatan Agni tanpa diusir saja sudah luar biasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD